Pengertian CBIS, E-Commerce, Model Sistem Umum & Management by Exception

0 komentar

1. Jelaskan evolusi dari Computer Based Information System !
Pengertian Computer Based Information System (CBIS)
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut. Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi, jadi pada intinya data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi. Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan satu sama lain. Objek yang tidak memiliki hubungannya dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi, dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya. Sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Berbasis Komputer Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Sub Sistem dari CBIS adalah :
a. Sistem Informasi Akuntansi.
b. Sistem Informasi Manajemen.
c. Sistem Pendukung Keputusan.
d. Automasi Kantor (Virtual Office).
e. Sistem Pakar.

2. Jelaskan mafaat dan kendala yang bisa diantisipasi dari perdagangan melalui jaringan elektronik (E-Commerce) !
E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita. E-Commerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan/perdagangan, sekarang ini kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan.
E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu :
- Business to Business (B2B) adalah Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain.
- Business to Consumer (B2C) adalah Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi.
- Consumer to Consumer (C2C) adalah Sifatnya lelang (auction).
- Government terdiri dari G2G, G2B, G2C yang melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat.

Manfaat dan Kendala E-Commerce
1) Manfaat yang diantisipasi dari Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik :
a) Pelayanan pelanggan yang lebih baik.
b) Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.
c) Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.
d) Menekan biaya barang dan jasa,
e) Serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen sepanjang yang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan harganya.
f) Memperpendek waktu produk cycle.
g) Meningatkan Value Chain.
h) Meningkatkan costumer loyality.
i) Melebarkan jangkauan.
Secara ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut :
a) Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
b) Bagi Pengelola bisnis : efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
c) Bagi Manajemen : peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.

2)Kendala Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik :
a. Jumlah penduduk Indonesia sebanyak 220 Juta jiwa, tetapi jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 5-7 juta orang. Jumlah tersebut belum lagi dipecah menjadi :
- Pengguna aktif.
- Pengguna yang mengerti browsing (karena ada pengguna yang hanya membuka email untuk kebutuhan komunikasi).
- Pengguna yang mengerti E-Commerce.
- Pengguna pemula.
Kalaupun ada kelompok yang mengerti E-Commerce, harus dibagi lagi menjadi :
- Berapa orang yang nyaman berbelanja online.
- Berapa orang yang punya kartu kredit.
- Berapa orang yang percaya dengan kualitas, karena barang tidak dilihat langsung.
b. Selain membuahkan hasil, bisnis di internet juga banyak yang rontok, banyak sekali pelaku bisnis di internet yang gulung tikar karena tidak sanggup bersaing dan tidak memiliki inovasi dan kreatifitas.
c. Banyaknya kriminalitas di internet, seperti card froud (pencurian akses kartu kredit). Hal ini membuat orang konsumen malas berbelanja online. Walaupun sebagian besar toko online menerima pembayaran melalui transfer antar bank.
d. Budaya orang Indonesia yang merasa tidak nyaman kalo berbelanja hanya dengan melihat katalog produk, tanpa menyentuh, apalagi mencoba.
e. Infrastruktur internet tidak merata di seluruh Indonesia, khususnya desa-desa.
f. Jasa kurir yang tidak terjangkau daerah tertentu.

3. Jelaskan model yang digunakan dalam Model Sistem Umum Perusahaan !
Pengertian Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model mewakili sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Manajer menggunakan model untuk memecahkan permasalahan.

Jenis-Jenis Model :
- Model Fisik adalah penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.
- Model Naratif adalah menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.
- Model Grafik adalah menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.
- Model matematika adalah sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya yaitu ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

Kegunaan Model :
- Mempermudah Pengertian
Suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
- Mempermudah Komunikasi
Setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
- Memperkirakan Masa Depan
Ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

Model Sistem Umum
- Sistem Fisik merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.
- Arus sumber daya fisik yang mengalir merupakan arus material-material input diterima dari pemasok bahan baku dan komponen rakitan. Material ini disimpan di tempat penyimpanan sampai dibutuhkan dalam proses transformasi.
- Arus personil merupakan input personil berasal dari lingkungan. Calon pegawai berasal dari masyarakat setempat dan mungkin dari serikat buruh pesaing. Input personil ini biasanya diproses oleh fungsi sumber daya manusia, kemudian ditugaskan ke berbagai bidang fungsional.
- Arus mesin merupakan mesin-mesin diperoleh dari pemasok, dan biasanya berada di perusahaan untuk jangka waktu lama (3 – 20 tahun atau lebih). Namun, akhirnya semua mesin dikembalikan kepada lingkungan dalam bentuk tukar tambah dengan model baru, atau sebagai rongsokan.
- Arus uang merupakan uang terutama diperoleh dari para pemilik, yang menyediakan modal investasi, dan dari para pelanggan perusahaan yang memberikan pendapatan penjualan dan mencakup lembaga keuangan.

Sistem Konseptual terdiri dari 2 yaitu :
a) Sistem Lingkaran Terbuka adalah suatu sistem tanpa lingkaran umpan balik atau mekanisme pengendalian. Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan sistem terbuka, tetapi umpan balik dan mekanise pengendaliannya tidak bekerja sebagaimana mestinya.
b) Sistem Lingkaran Tertutup adalah suatu sistem yang memiliki lingkaran umpan balik dan mekanisme pengendalian. Sistem tersebut dapat mengendalikan output-nya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian pada inputnya. Hal tersebut ditunjukkan Pengendalian Manajemen merupakan pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem. Pengolah Informasi merupakan perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data yang terkumpul.

4. Apa yang anda ketahui mengenai Konsep Management by Exception , jelaskan !
Pengertian Management by Exception
Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan management by exception. Management by Exception adalah suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktivitas hanya jika aktivitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima. Agar manajer dapat mempraktekan management by exception, harus ditetapkan standar dalam bentuk batas atas dan batas bawah kinerja yang dapat diterima.
Management by Exception memberikan tiga keuntungan dasar, yaitu :
- Manajer tidak membuang-buang waktu untuk memantau aktivitas yang berlangsung secara normal.
- Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat memperoleh perhatian lebih menyeluruh.
- Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.
Namun terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui, yaitu :
a) beberapa jenis kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat ditetapkan.
b) suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
c) perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
d) manajer tidak boleh pasif dan hanya menunggu batas kinerja lewat. Manajer harus bertindak memecahkan suatu permasalahan sebelum situasi menjadi tidak terkendali.
Management by Exception merupakan kemampuan dasar yang disediakan CBIS. Dengan membiarkan CBIS memikul sebagian tanggung jawab memantau sistem fisik, waktu manajer dapat digunakan secara efektif.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Membuat Menu pada Bahasa C

0 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "stdio.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya kita masukkan char nama[25], npm[10], kelas[5]; dan int t,a,i,j,k,pil; float n; yang berarti tipe data yang digunakan pada nama, npm & kelas adalah character dan maksimal character sesuai angka yang ditentukan pada tanda [] dan tipe data integer pada t, a, i. j, k, pil.
- Lalu masukkan perintah void main().
- Kemudian masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Selanjutnya masukkan perintah while(pil !=4) yang berarti akan kembali kemenu utama setelah memilih pil 1-4.
- Setelah itu kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Lalu masukkan perintah switch (pil) sebagai pengalihan pilihan yang dimasukkan.
- Kemudian masukkan perintah case 1 : sampai case 4 : yang berarti sebagai pemisah antara statement pada menu satu dengan yang lainnya.
- Selanjutnya masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara.
- Setelah itu masukkan perintah break; yang berarti sebagai penutup pada statement menu.
- Lalu kita masukkan perintah default:
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.

Perhatikan gambar dibawah ini :

Maka outputnya seperti dibawah ini :

Pada pilihan 1 kita memasukkan biodata, maka outputnya seperti dibawah ini :

Pada pilihan 2 kita masukkan nilai UTS dan UAS jika total nilai lebih besar dari 65 maka tercatak Lulus, bila kurang dari 65 akan tercetak Tidak Lulus.
Perhatikan gambar dibawah ini :


Pada pilihan 3 kita memasukkan angka untuk mencetak * sebanyak angka yang dimasukkan, maka outputnya seperti gambar dibawah ini :

Jika kita memilih pilihan 4 akan tercetak Terima Kasih lalu kembali kemenu utama, jika memasukkan pilihan diatas angka 4 maka akan tercetak Perintah Salah.
Perhatikan gambar dibawah ini :


Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Pancasila Sebagai Suatu Filsafat

0 komentar

1) Landasan Ontologis Pancasila
- Ontologi, menurut Aristoteles adalah ilmu yang meyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
- Masalah ontologis antara lain : Apakah hakikat sesuatu itu? Apakah realitas yang ada tampak ini suatu realitas sebagai wujudnya, yaitu benda? Apakah ada suatu rahasia di balik realitas itu, sebagaimana yang tampak pada makhluk hidup? Dan seterusnya.
- Bidang ontologi menyelidiki tentang makna yang ada (eksistensi dan keberadaan) manusia, benda, alam semesta (kosmologi), metafisika.
- Secara ontologis, penyelidikan Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.
- Pancasila yang terdiri atas lima sila, setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri-sendiri, malainkan memiliki satu kesatuan dasar ontologis.
- Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia, yang memiliki hakikat mutlak yaitu monopluralis, atau monodualis, karena itu juga disebut sebagai dasar antropologis. Subyek pendukung pokok dari sila-sila Pancasila adalah manusia.
- Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa yang Berketuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial pada hakikatnya adalah manusia.
- Sedangkan manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak, yaitu terdiri atas susunan kodrat, raga dan jiwa, jasmani dan rohani. Sifat kodrat manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial serta sebagai makhluk pribadi dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Maka secara hirarkis sila pertama mendasari dan menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. (lihat Notonagoro, 1975: 53).
- Hubungan kesesuaian antara negara dan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibat :
1. Negara sebagai pendukung hubungan, sedangkan Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil sebagai pokok pangkal hubungan.
2. Landasan sila-sila Pancasila yaitu Tuhan, manusia, satu, rakyat dan adil adalah sebagai sebab, dan negara adalah sebagai akibat.

2) Landasan Epistemologis Pancasila
- Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
- Epistemologi meneliti sumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, batas dan validitas ilmu pengetahuan.
- Epistemologi adalah ilmu tentang ilmu atau teori terjadinya ilmu atau science of science.
- Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi, yaitu :
1. Tentang sumber pengetahuan manusia.
2. Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia.
3. Tentang watak pengetahuan manusia.
- Secara epistemologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
- Pancasila sebagai sistem filsafat pada hakikatnya juga merupakan sistem pengetahuan. Ini berarti Pancasila telah menjadi suatu belief system, sistem cita-cita, menjadi suatu ideologi. Oleh karena itu Pancasila harus memiliki unsur rasionalitas terutama dalam kedudukannya sebagai sistem pengetahuan.
- Dasar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Maka, dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.
- Pancasila sebagai suatu obyek pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan dan susunan pengetahuan Pancasila.
- Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana telah dipahami bersama adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut merupakan kausa materialis Pancasila.
- Tentang susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan, maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal.
- Sifat hirarkis dan bentuk piramidal itu nampak dalam susunan Pancasila, di mana sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya, sila kedua didasari sila pertama dan mendasari serta menjiwai sila ketiga, keempat dan kelima, sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua, serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima, sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama, kedua dan ketiga, serta mendasari dan menjiwai sila kelima, sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama, kedua, ketiga dan keempat.
- Dengan demikian susunan Pancasila memiliki sistem logis baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya.
- Susunan isi arti Pancasila meliputi tiga hal, yaitu :
1. Isi arti Pancasila yang umum universal, yaitu hakikat sila-sila Pancasila yang merupakan inti sari Pancasila sehingga merupakan pangkal tolak dalam pelaksanaan dalam bidang kenegaraan dan tertib hukum Indonesia serta dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan konkrit.
2. Isi arti Pancasila yang umum kolektif, yaitu isi arti Pancasila sebagai pedoman kolektif negara dan bangsa Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia.
3. Isi arti Pancasila yang bersifat khusus dan konkrit, yaitu isi arti Pancasila dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan sehingga memiliki sifat khhusus konkrit serta dinamis (lihat Notonagoro, 1975: 36-40)
- Menurut Pancasila, hakikat manusia adalah monopluralis, yaitu hakikat manusia yang memiliki unsur pokok susunan kodrat yang terdiri atas raga dan jiwa. Hakikat raga manusia memiliki unsur fisis anorganis, vegetatif, dan animal. Hakikat jiwa memiliki unsur akal, rasa, kehendak yang merupakan potensi sebagai sumber daya cipta manusia yang melahirkan pengetahuan yang benar, berdasarkan pemikiran memoris, reseptif, kritis dan kreatif. Selain itu, potensi atau daya tersebut mampu meresapkan pengetahuan dan menstranformasikan pengetahuan dalam demontrasi, imajinasi, asosiasi, analogi, refleksi, intuisi, inspirasi dan ilham.
- Dasar-dasar rasional logis Pancasila menyangkut kualitas maupun kuantitasnya, juga menyangkut isi arti Pancasila tersebut.
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberi landasan kebenaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi.
- Manusia pada hakikatnya kedudukan dan kodratnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, maka sesuai dengan sila pertama Pancasila, epistemologi Pancasila juga mengakui kebenaran wahyu yang bersifat mutlak. Hal ini sebagai tingkat kebenaran yang tinggi.
- Dengan demikian kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesa yang harmonis antara potensi-potensi kejiwaan manusia yaitu akal, rasa dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tinggi.
- Selanjutnya dalam sila ketiga, keempat, dan kelima, maka epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
- Sebagai suatu paham epistemologi, maka Pancasila mendasarkan pada pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalamupaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia.

3) Landasan Aksiologis Pancasila
- Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.
- Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.
- Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik. Bidang yang diselidiki adalah hakikat nilai, kriteria nilai, dan kedudukan metafisika suatu nilai.
- Nilai (value dalam Inggris) berasal dari kata Latin valere yang artinya kuat, baik, berharga. Dalam kajian filsafat merujuk pada sesuatu yang sifatnya abstrak yang dapat diartikan sebagai “keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness). Nilai itu sesuatu yang berguna. Nilai juga mengandung harapan akan sesuatu yang diinginkan.
- Nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia (dictionary of sosiology an related science). Nilai itu suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu obyek.
Ada berbagai macam teori tentang nilai.
- Max Scheler mengemukakan bahwa nilai ada tingkatannya, dan dapat dikelompokkan menjadi empat tingkatan, yaitu :
1. Nilai-Nilai Kenikmatan : dalam tingkat ini terdapat nilai yang mengenakkan dan nilai yang tidak mengenakkan, yang menyebabkan orang senang atau menderita.
2. Nilai-Nilai Kehidupan : dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai yang penting dalam kehidupan, seperti kesejahteraan, keadilan, kesegaran.
3. Nilai-Nilai Kejiwaan : dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan (geistige werte) yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. Nilai-nilai semacam ini misalnya, keindahan, kebenaran, dan pengetahuan murni yang dicapai dalam filsafat.
4. Nilai-Nilai Kerohanian: dalam tingkat ini terdapat moralitas nilai yang suci dan tidak suci. Nilai semacam ini terutama terdiri dari nilai-nilai pribadi. (Driyarkara, 1978)
- Walter G. Everet menggolongkan nilai-nilai manusia ke dalam delapan kelompok :
1. Nilai-Nilai Ekonomis : ditunjukkan oleh harga pasar dan meliputi semua benda yang dapat dibeli.
2. Nilai-Nilai Kejasmanian : membantu pada kesehatan, efisiensi dan keindahan dari kehidupan badan.
3. Nilai-Nilai Hiburan : nilai-nilai permainan dan waktu senggang yang dapat menyumbangkan pada pengayaan kehidupan.
4. Nilai-Nilai Sosial : berasal mula dari berbagai bentuk perserikatan manusia.
5. Nilai-Nilai Watak : keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan sosial yang diinginkan.
6. Nilai-Nilai Estetis : nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni.
7. Nilai-Nilai Intelektual : nilai-nilai pengetahuan dan pengajaran kebenaran.
8. Nilai-Nilai Keagamaan
- Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam,, yaitu:
a) Nilai Material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.
b) Nilai Vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakana kegiatan atau aktivitas.
c) Nilai Kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani yang dapat dibedakan menjadi empat macam :
- Nilai kebenaran, yang bersumber pada akal (ratio, budi, cipta) manusia.
- Nilai keindahan, atau nilai estetis, yang bersumber pada unsur perasaan (aesthetis, rasa) manusia.
- Nilai kebaikan, atau nilai moral, yang bersumber pada unsur kehendak (will, karsa) manusia.
- Nilai religius, yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia.
- Dalam filsafat Pancasila, disebutkan ada tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.
- Nilai dasar, adalah asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi. Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
- Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara.
- Nilai praksis, adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.
- Nilai-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral merupakan nilai dasar yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya mendasari semua aktivitas kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Secara aksiologis, bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subscriber of value Pancasila), yaitu bangsa yang berketuhanan, yang berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial.
- Pengakuan, penerimaan dan pernghargaan atas nilai-nilai Pancasila itu nampak dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan bangsa Indonesia sehingga mencerminkan sifat khas sebagai Manusia Indonesia.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap dengan Bahasa C

0 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "stdio.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya masukkan perintah void main().
- Lalu masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Setelah itu kita masukkan int bil; yang berarti tipe data yang digunakan adalah integer.
- Kemudian kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Selanjutnya kita masukkan perintah printf ("Masukkan Angka :"); yang berfungsi untuk mencetak semua tulisan yang ada di dalam kutif 2 dan perintah scanf ("%d", &bil); yang berfungsi untuk membaca data yang di input.
- Lalu masukkan kondisi
if (bil%2==0)
{
printf ("%d merupakan Bilangan Genap");
}
else
{
printf ("%d merupakan Bilangan Ganjil");
}
yang berarti bila nilai bilangan yang dimasukkan bisa dibagi 2 maka akan tercetak nilai yang di input merupakan Bilangan Genap jika tidak bisa dibagi 2 makan akan tercetak nilai yang di input merupakan Bilangan Ganjil.
- Setelah itu masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.
Perhatikan gambar dibawah ini :

Jika bilangan yang dimasukkan bisa dibagi 2 maka akan outputnya seperti dibawah ini :

Jika bilangan yang dimasukkan bisa dibagi 2 maka akan outputnya seperti dibawah ini :

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Membuat Program Kondisi Menggunakan Bahasa C

0 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "stdio.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya masukkan perintah main().
- Lalu masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Setelah itu kita masukkan int x, y, z; yang berarti tipe data yang digunakan adalah integer.
- Kemudian kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Selanjutnya kita masukkan perintah printf("Masukkan Nilai UTS :"); printf("Masukkan Nilai UAS :"); yang berfungsi untuk mencetak semua tulisan yang ada di dalam kutif 2 dan perintah scanf ("%d", &x); scanf ("%d", &y); yang berfungsi untuk membaca data yang di input.
- Lalu kita masukkan perintah z = (x * 0.7) + (y * 0.3); yang berarti nilai (x*0.7) + (y*0.3).
- Setelah itu masukkan perintah printf("Nilai Totalnya : %d\n", z); yang berfungsi untuk mencetak nilai total hasil dari nilai z.
- Kemudian kita masukkan kondisi if (z >=65) printf("Selamat, Anda Lulus dengan Nilai : %d", z); else printf("Maaf, Anda Tidak Lulus dengan Nilai :%d", z); yang berfungsi jika nilai z >= 65 maka akan kecetak Selamat, Anda Lulus dengan Nilai : sesuai dengan nilai z dan jika nilai z <=65 maka akan kecetak Maaf, Anda Tidak Lulus dengan Nilai : sesuai dengan nilai z. - Setelah itu masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.
Perhatikan gambar dibawah ini :

Jika nilai z >=65 maka outputnya seperti dibawah ini :

Jika nilai z <=65 maka outputnya seperti dibawah ini :


Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Membuat Program Penjumlahan & Pengurangan Array 2 Dimensi

0 komentar

- Langkah pertama kita masukkan perintah IDENTIFICATION DIVISION. yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai program yang dibuat
- Kemudian kita masukkan perintah PROGRAM-ID. ARRAY-2-DIM. yang berfungsi untuk memberikan nama judul program yang kita buat
- Selanjutnya kita masukkan AUTHOR. DEFRI. Yang berfungsi untuk menyebutkan orang yang membuat program
- Setelah itu kita masukkan perintah ENVIRONMENT DIVISION. yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai peralatan yang digunakan dalam program.
- Lalu kita masukkan perintah DATA DIVISION. yang berfungsi untuk mendeskripsikan variabel-variabel dan jenis tipe data yang digunakan dalam program
- Kemudian masukkan perintah WORKING-STORAGE SECTION. yang berfungsi untuk mempersiapkan manipulasi/operasi terhadap data
- Selanjutnya kita masukkan perintah 01 VARIABEL. yang berfungsi sebagai awal dari record (nama record)
- Setelah itu masukkan perintah SCREEN SECTION. yang berfungsi sebagai statement untuk deklarasi clrscr
- 01 HAPUS. adalah nama variable clrscr nya
- 02 BLANK SCREEN. adalah statementnya
- Lalu kita masukkan perintah 01 MENU. yang berarti bagian deklarasi di program
- Kemudian kita masukkan perintah PROCEDURE DIVISION. merupakan inti dari bahasa pemrograman COBOL karena pada divisi inilah semua statement instruksi dibuat
- Selanjunya masukkan perintah :
TAMPIL-MENU. yang berarti bagian deklarasi di program
AWAL1. yang berarti bagian deklarasi di program
AWAL2. yang berarti bagian deklarasi di program
TAMBAH. yang berarti bagian deklarasi di program
KURANG. yang berarti bagian deklarasi di program
- Setelah data yang ingin ditampilkan di layar selesai kita masukkan perintah AKHIR.
- Lalu STOP RUN.
- Kemudian masukkan perintah :
ISI-DATA. yang berarti bagian deklarasi di program
ISI-DATA1. yang berarti bagian deklarasi di program
TAMPILKAN-DATA. yang berarti bagian deklarasi di program
TAMPILKAN-DATA1. yang berarti bagian deklarasi di program
TAMPILKAN-DATA2. yang berarti bagian deklarasi di program
TAMPILKAN-DATA3. yang berarti bagian deklarasi di program

Perhatiakan gambar dibawah ini :

- Setelah semua statement dimasukkan kita Save dengan judul LA5.COB kemudian Exit.
- Lalu kita masukkan perintah COBOL LA5.COB untuk mengcompail program, apakah ada kesalahan (error) atau peringatan (lihat gambar dibawah)

- Kemudian kita jalankan program dengan memasukkan perintah RUNCOBOL LA5.COB maka akan keluar output Menu Utama seperti gambar dibawah ini :

- Bila kita masukkan pilihan 1 maka kita akan menginput data pada matrik
Lihat output dibawah ini :

- Bila kita masukkan pilihan 2 maka kita akan menjumlahkan data pada matrik
Lihat output dibawah ini :

- Bila kita masukkan pilihan 3 maka kita akan mengurangi data pada matrik
Lihat output dibawah ini :

- Bila kita masukkan pilihan 4 maka akan Exit atau kemenu utama program

ket :
- bila codingan pada gambar tidak jelas bisa download di array 2 dimensi.txt
- bila angka ingin lebih dari 9 tambahkan
02 I PIC 99(2).
02 J PIC 99(2).
02 PIL PIC 99(2).
02 JMLBRS PIC 99(2).
02 JMLKOL PIC 99(2).
dan dibawahnya sesuaikan dengan codingan di atas yang meminta nilai 9 menjadi 99
- kelemahannya data tidak bisa - (minus)

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Isi Piagam Jakarta Dengan Ejaan Asli

0 komentar

Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu jalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai (lah) kepada saat jang berbahagia dengan selamat-sentausa mengantarkan rakjat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka rakjat Indonesia menjatakan dengan ini kemerdekaannja.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia Merdeka jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indnesia, jang berkedaulatan rakjat, dengan berdasar kepada: keTuhanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja, menurut dasar kemanusiaan jang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakjat Indonesia.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Membuat Biodata Menggunakan Bahasa C

3 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "stdio.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya kita masukkan char nama [20] , npm [8] , kelas [5]; yang berarti tipe data yang digunakan pada nama, npm & kelas adalah character dan maksimal character sesuai angka yang ditentukan pada tanda [].
- Lalu masukkan perintah int main().
- Setelah itu masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Kemudian kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Selanjutnya masukkan perintah printf (“Masukkan Nama :”); printf (“Masukkan NPM :”); printf (“Masukkan Kelas :”); yang berfungsi untuk mencetak semua tulisan yang di dalam kutif 2 dan perintah gets (nama); gets (npm); gets (kelas); yang berfungsi untuk membaca data yang di input.
- Setelah itu masukkan perintah printf(“Nama Saya %s dengan NPM %s di Kelas %s”,nama,npm,kelas); yang berfungsi untuk mencetak tampilan dari biodata yang kita input tadi.
- Selanjutnya masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.

Perhatikan gambar dibawah ini :

Maka outputnya seperti dibawah ini :

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Membuat Program Sederhana Bahasa C

0 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "stdio.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya masukkan perintah main().
- Lalu masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Setelah itu kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Kemudian masukkan perintah printf (“Hallo Semua…\n”); dan (“Ini adalah program pertama saya”); yang berfungsi untuk mencetak semua tulisan yang di dalam kutif 2 dan \n berfungsi untuk enter atau pindah baris.
- Selanjutnya masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.
Perhatikan gambar dibawah ini :

Maka outputnya seperti dibawah ini :

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Kampus

0 komentar

Istilah paradigma sudah dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Dengan demikian, paradigma sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari & dijawab, bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang
bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut. Suatu paradigma mengandung sudut pandang, kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tersebut. Dengan suatu paradigma atau sudut pandang dan kerangka acuan tertentu, seorang ilmuwan dapat menjelaskan sekaligus menjawab suatu masalah dalam ilmu pengetahuan.

Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Kampus
Menurut saya, pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus adalah pancasila sebagai sudut pandang atau kerangka acuan bagi kehidupan kampus.
Dimana bunyi sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang berarti salah satu kegiatan kampus yang mengajarkan tentang memperdalam agama mahasiswa misalnya FARIS (suatu organisasi untuk memperdalam agama islam).
Kemudian bunyi sila ke-2 “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” yang berarti orang yang berada dikampus harus berprilaku adil dan beradab. Adil disini diartikan dimana dosen harus mengajarkan ilmunya dan mahasiswa mempelajarinya. Beradab disini diartikan harus berprilaku sopan dan saling menghargai.
Selanjutnya bunyi sila ke-3 “Persatuan Indonesia” yang berarti semua orang yang berada dilingkungan kampus harus bersatu, dimana mahasiswanya harus berprestasi untuk membangun Indonesia
Setelah itu bunyi sila ke-4 “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan” yang berarti dimana semua orang yang berada di lingkungan kampus mampu memimpin suatu organisasi dengan cara yang bijaksana dan harus mufakat demi kepentingan bersama.
Lalu bunyi sila ke-5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang berarti dimana mahasiswa diajarkan untuk bersosialisasi kepada seluruh rakyat Indonesia. Misalnya memberikan masukkan suara untuk memberikan pendapat kepada pemerintah untuk mendengarkan bahwa rakyat Indonesia ingin keadilan.

Kesimpulannya adalah pancasila berperan penting bagi kehidupan kampus, dimana harus didasari oleh kehidupan tatanan Negara seperti politik, ekonomi, budaya, hukum dan antar umat beragama. Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual harus menciptakan perubahan untuk Indonesia agar menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Landasan Pendidikan Pancasila

0 komentar

1. Landasan Historis
Di dalam kehidupan bangsa Indonesia tersebut prinsip hidup yang tersimpul di dalam pandangan hidup atau fisafat hidup bangsa (jati diri) yang oleh para pendiri bangsa/Negara dirumuskan dalam rumusan sederhana namun mendalam yang meliputi lima prinsip, yaitu Pancasila.
2. Landasan Kultural
Bangsa Indonesia memiliki kepribadian tersendiri yang tercermin di dalam nilai-nilai budaya yang telah lama ada. Nilai-nilai budaya sebagai nilai dasar berkehidupan berbangsa dan bernegara dirumuskan dalam Pancasila.
3. Landasan Yuridis
Undang-undang RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, Keputusan Dirjen Dikti Nomor 265 Tahun 2005 mengatur tentang perlunya mata kuliah Pendidikan Pancasila.
4. Landasan Filosofis
Nilai-nilai Pancasila merupakan dasar filsafat Negara, maka dalam aspek penyelenggaraannya Negara harus bersumber pada nilai-nilai Pancasila termasuk sistem perundang-perundangan di Indonesia.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

 

DEFRI ZULKIFLI © 2013 Design by D'Free | Sponsored by Anime