Politik & Strategi Nasional

0 komentar

Kata Pengantar

Berkat rahmat dari Allah SWT, akhirnya saya dapat menyusun tugas dari dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Politik dan Strategi Nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Hal ini karena Politik dan Strategi Nasional berfungsi untuk merencanakan, mengembangkan, memelihara dan menumbuhkan suatu asas dan usaha Negara.

Dengan mengenal Politik dan Strategi Nasional dapat mempelajari arti dari politik sesungguhnya bagi masyrakat dan mengetahui teknik-teknik strategi apa yang harus diambil.


Jakarta, 6 Mei 2012
Penulis
Defri Zulkifli
NPM : 31110760



Pengertian Politik
Istilah politik berasal dari kata Polis (bahasa Yunani) yang artinya Negara Kota. Secara umum dapat dikatakan bahwa politik adalah kegiatan dalam suatu sistem politik atau Negara yang menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem tersebut dan bagaimana melaksanakan tujuannya.

Pengertian Negara
Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Menurut konferensi Montevideo pada tahun 1933 negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya, dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan, dan keberadaannya diakui oleh negara lain.

Pengertian Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan sesorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok sesuai dengan keinginan dari pelaku.
Beberapa pandangan mengenai arti kekuasaan antara lain :
- Menurut Miriam Budiardjo, kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku.
- Menurut Ramlan Surbakti, kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi.
- Menurut Gibson, kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk memperoleh sesuatu sesuai dengan cara yang dikehendaki.
- Menurut Russel, kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh, sedangkan alasan adalah penggunaan pengaruh yang sebenarnya. Pada intinya, kekuasaan diartikan sebagai kapasitas yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku orang lain sesuai dengan yang diinginkannya.

Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan sebagai aspek utama dari politik, dan dalam pengambilan keputusan perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat. Jadi pengambilan keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.

Pengertian Kebijakan Umum
Kebijakan umum adalah kebijakan yang menjadi pedoman atau petunjuk pelaksanaan baik yang bersifat positif ataupun yang bersifat negatif yang meliputi keseluruhan wilayah atau instansi yang bersangkutan.

Pengertian Distribusi Kekuasaan
Distribusi Kekuasaan adalah suatu proses pembagian atau menyerahkan nilai-nilai kekuasaan kepada pihak lain. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan, atau yang penting dengan demikian nilai harus dibagi secara adil

Pengertian Strategi
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.
Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan. Dengan demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.

Pengertian Strategi Nasional
Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.

Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.
1. Dalam perkembangannya istilah strategi condong ke militer sehingga ada tiga pengertian strategi :
a. Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan kekauatan militer untuk tujuan perang militer.
b. Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi militer dan strategi nonmiliter sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang.
c. Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan di orientasikan pada upaya optimlaisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan bangsa.

2. Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima tahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

3. Agar perencanaan pelaksanaan politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan dilakukan pemikiran-pemikiran strategis yang akan digunakan. Pemikiran strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu pelaksanaan strategi nasional, umumnya dilakukan Telaah Strategi atau suatu kajian terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan berbagai kecenderungan. Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu suatu analisis terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan lingkungan, pengembangan sasaran alternatif, cara bertindak yang ditempuh, analisis kemampuanh yang dimiliki dan pengaruhnya, serta batas waktu berlakunya penilaian terhadap pelaksanaan strategi.

4. Wawasan strategi harus mengacu pada tiga hal penting, di antaranya adalah :
a) Melihat jauh ke depan pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang. Itulah alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang akan timbul, mampu membuat desain yang tepat, dan menggunakan teknologi masa depan.
b) Terpadu komprehensif integral, strategi dijadikan kajian dari konsep yang mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh. Gran strategy dilaksanakan melalui bidang ilmu politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, baik lintas sektor maupun lintas disiplin.
c) Memperhatikan dimensi ruang dan waktu, pendekatan ruang dilakukan karena strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana strategi dan manajemen tersebut di operasionalkan, sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer.

5. Dalam ketatanegaraan Indonesia, unsur-unsur utama sistem keamanan nasional adalah sebagai berikut :
- Negara sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap pemilikan, pengaturan, dan pelayanan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa. Bangsa Indonesia sebagai pemilik negara berperan untuk menentukan sistem nilai dan arah kebijaksanaan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi Negara.
- Pemerintah sebagai unsur manajer atau penguasa berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta pertumbuhan Negara.
- Masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai berperan sebagai kontributor, penerima, dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan.
Dilihat secara strukutural, unsur-unsur utama sistem keamanan nasional tersusun atas empat tatanan yaitu :
a) Tata Kehidupan Masyarakat (TKM)
b) Tata Politik Nasional (TPN)
c) Tata Administrasi Negara (TAN)
d) Tata Laksana Pemerintahan (TLP)

TKM dan TPN merupakan tatanan luar (outer setting), sedangkan TAN dan TLP merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem keamanan nasional. Secara proses, sistem keamanan nasional berpusat pada suatu rangkaian tata pengambilan keputusan berwenang (TPKB) yang terjadi pada tatanan dalam (TAN dan TLP). Untuk penyelenggaraan TPKB diperlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM lewat TPN. Aspirasi dari TKM yang berintikan kepentingan rakyat dapat berasal dari rakyat (individu/ormas), parpol, kelompok penekan, organisasi kepentingan, dan pers. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang tehimpun dalam proses arus keluar berupa berbagai kebijakan yang dituangkan ke dalam berbagai bentuk peraturan perundngan sesuai dengan sifat permasalahan dan klasifikasi kebijakan serta instansi atau pejabat yang mengeluarkan, selanjutnya di salurkan ke TPN dan TKM.

6. Mekanisme penyususunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden/Mandataris MPR. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinatif, seperti Dewan Stabilitas Ekonomi, Dewan Pertahanan Keamanan Nasional, dan lain-lain. Selanjutnya proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat ini dilakukan setelah presiden menerima GBHN, kemudian menyusun program kabinet dan memilih para menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Jika politik nasional ditetapkan oleh Presiden/Mandataris MPR, maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk presiden. Di tingkat infrastruktur, penyusunan politik dan strategi nasional merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang hukum, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sesuai dengan kebijakan politik nasional, maka penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan apa yang menjadi keinginan rakyat Indonesia sebagai sasaran sektoralnya. Peranan masyarakat dalam turut mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris sangat besar.

7. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 sebagai salah satu wujud politik dan strategi nasional, telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi luas kepada daerah kabupaten/kota, dan otonomi terbatas kepada daerah provinsi. Sebagai konsekuensinya, maka kewenangan pemerintah pusat dibatasi. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 secara legal formal menggantikan dua UU sebelumnya, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Di Daerah dan UU Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa.

8. Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 1999 bahwa perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada daerah diberikan kewenangan untuk memanfaatkan sumber keuangan sendiri dan didukung dengan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Kebijakan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dilakukan dengan mengikuti pembagian kewenangan atau money follows function. Hal ini berarti bahwa hubungan keuangan antara pusat dan daerah perlu diberikan pengaturan sedemikian rupa sehingga kebutuhan pengeluaran yang akan menjadi tanggung jawab daerah dapat dibiayai dari sumber-sumber penerimaan yang ada.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, maka pengaturan pembiayaan daerah dilakukan berdasarkan asas penyelenggaraan pemerintahan. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas beban APBD, pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN; pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka tugas pembantuan dilakukan atas beban anggaran tingkat pemerintahan yang menugaskan.

Membuat Menu Makanan Menggunakan Kondisi Pada Program C++

0 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "iostream.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya masukkan perintah void main().
- Lalu masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Kemudian kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Selanjutnya masukkan perintah double mkn, mnm, jmlmkn, jmlmnm, hrgmkn, hrgmnm, total; yang berarti tipe yang digunakan adalah double.
- Lalu masukkan perintah cout yang berfungsi untuk mencetak semua tulisan yang ada di dalam kutif 2, sedangkan perintah cin berfungsi untuk menyimpan hasil inputan kedalam variabel.
- Kemudian masukkan kondisi if (mkn == 1) { hrgmkn = 15000; } else if (mkn == 2) { hrgmkn = 10000; } else { hrgmkn = 0; } yang berfungsi jika pada pilihan makanan memilih 1 maka akan terpilih harga makanan 15000, jika 2 maka akan terpilih harga makanan 10000, dan selain dua pilihan tadi maka akan terpilih harga makanan 0.
- Selanjutnya masukkan kondisi if (mnm == 1) { hrgmnm = 3000; } else if (mnm == 2) { hrgmnm = 5000; } else { hrgmnm = 0; } yang berfungsi jika pada pilihan minuman memilih 1 maka akan terpilih harga minuman 3000, jika 2 maka akan terpilih harga minuman 5000, dan selain dua pilihan tadi maka akan terpilih harga minuman 0.
- Lalu kita hitung jumlah total pesanan yang anda pilih dengan rumus total = (hrgmkn * jmlmkn) + (hrgmnm * jmlmnm);
- kemudian kita tampilkan outputnya dengan cara memasukkan perintah cout <<"Total Bayar : Rp. " << total;
- Setelah itu masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.

Perhatikan gambar dibawah ini :

Maka outputnya seperti dibawah ini :

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Membuat Kondisi Grade Nilai Dengan Program C++

0 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "iostream.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya masukkan perintah void main().
- Lalu masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Kemudian kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Selanjutnya masukkan perintah float uts, uas, hasil; yang berarti tipe data yang digunakan adalah desimal.
- Lalu masukkan perintah cout yang berfungsi untuk mencetak semua tulisan yang ada di dalam kutif 2, sedangkan perintah cin berfungsi untuk menyimpan hasil inputan kedalam variabel.
- Kemudian masukkan rumus hasil = (0.7 * uts) + (0.3 * uas); maka akan melakukan perhitungan aritmatika yang disimpan pada variabel hasil.
- Selanjutnya kita masukkan kondisi if (nilai>100) cout >> “Anda Ngaco”; Else If (nilai>=90) cout >> “Grade A”; Else If (nilai>=80) cout >> “Grade B”; Else If (nilai>=70) cout >> “Grade C”; Else If (nilai>=60) cout >> “Grade D”; Else cout >> “Grade E”; yang berfungsi jika hasil perhitungan nilai uts dan uas > 100 akan tercetak Anda Ngaco, jika hasil perhitungan nilai uts dan uas >= 90 akan tercetak Grade A, jika hasil perhitungan nilai uts dan uas >= 80 akan tercetak Grade B, jika hasil perhitungan nilai uts dan uas >= 70 akan tercetak Grade C, jika hasil perhitungan nilai uts dan uas >= 60 akan tercetak Grade D dan bila hasil perhitungan nilai uts dan uas < 60 akan tercetak Grade E. - Setelah itu masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.

Perhatikan gambar dibawah ini :

Maka outputnya seperti dibawah ini :






Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Menentukan Bilangan Genap dan Ganjil Pada Program C++

0 komentar

- Langkah pertama masukkan perintah #include "iostream.h" yang berfungsi sebagai pengdeklarasian statement pada program.
- Kemudian masukkan perintah #include "conio.h" yang berfungsi sebagai deklarasi clrscr.
- Selanjutnya masukkan perintah void main().
- Lalu masukkan { yang berfungsi untuk memulai program.
- Kemudian kita masukkan clrscr(); yang berfungsi untuk membersikan layar.
- Selanjutnya masukkan perintah int a; yang berarti tipe data yang digunakan adalah integer.
- Lalu masukkan perintah cout yang berfungsi untuk mencetak semua tulisan yang ada di dalam kutif 2, sedangkan perintah cin berfungsi untuk menyimpan hasil inputan kedalam variabel, kemudian perintah \n berfungsi untuk pindah baris baru (enter).
- Kemudian masukkan kondisi if (a==0) cout <<"\nBilangan NOL "; yang berfungsi jika memasukkan nilai a = 0 maka akan tercetak Bilangan NOL.
- Selanjutnya masukkan kondisi else if (a%2==0) cout <<"\nBilangan Genap"; else cout <<"\nBilangan Ganjil"; yang berfungsi jika nilai a dibagi 2 hasilnya 0 akan tercetak Bilangan Genap jika tidak maka tercetak Bilangan Ganjil.
- Setelah itu masukkan perintah getch(); yang berfungsi untuk menghentikan program sementara
- Terakhir kita tutup dengan } yang berfungsi untuk mengakhiri program.

Perhatikan gambar dibawah ini :

Maka outputnya seperti dibawah ini :



Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Wawasan Nusantara

0 komentar

Kata Pengantar

Berkat rahmat dari Allah SWT, akhirnya saya dapat menyusun tugas dari dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan salah satu materi pelajaran yang bertujuan untuk menumbuhkan sikap kewarganegaraan generasi penerus bangsa. Tentunya pelajaran ini sangat mendukung untuk membentuk mental dan kepribadian siswa menjadi mental yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Hal ini karena Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta seni.
Dengan mengenal Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.



Jakarta, 26 Maret 2012
Penulis
Defri Zulkifli
NPM : 31110760




Pendahuluan
Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, sehingga kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategi sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya. Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa adalah bumi (ruang) dimana bangsa itu hidup, kemudian jiwa dan tekad serta semangat manusia (rakyat), terakhir adalah lingkungan.
Menurut Prof. Dr. Wan Usman “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam”, kemudian menurut Kelompok Kerja LEMHANAS 1999 “Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional”. Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
Dengan demikian, wawasan nasional suatu bangsa adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

Isi Pembahasan
Landasan Wawasan Nusantara
Landasan Wawasan Nusantara dibagi menjadi dua yaitu :
1. Landasan Idiil adalah Pancasila yang merupakan sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar Negara.
2. Landasan Konstitusi adalah UUD 1945 yang merupakan sebagai konstitusi.

Unsur Dasar Wawasan Nusantara
Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri atas 3 unsur dasar yaitu :
1. Wadah (Contour)
Meliputi, wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya adalah bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Setelah merdeka Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai organisasi kenegaraan yang merupakan wadah, bagi berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud Supra Struktur Politik dan berbagai kegiatan kemasyarakatan dalam wujud Infra Struktur Politik.
2. Isi (Content)
Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di dalam masyarakat dan dicita-citakan, serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945.
Isi menyangkut 2 hal yang esensial yaitu :
- Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya dalam pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
- Persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
3. Tata Laku (Conduct)
Tata laku merupakan hasil interaksi antara Wadah dan Isi yang terdiri atas :
- Tata Laku Batiniah adalah mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
- Tata Laku Lahiriah adalah mencerminkan tindakan, perbuatan dan perilaku bangsa Indonesia.
Kedua hal tersebut mencerminkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang mempunyai rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

Hakekat Wawasan Nusantara
Hakekat Wawasan Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan merupakan keutuhan nusantara (nasional), dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam
lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara Indonesia.

Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara Dengan Adanya Era Baru Kapitalisme
Era Baru Kapitalisme tak terpisahkan dari globalisasi. Negara Kapitalis selalu mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya dibidang ekonomi dengan menekan negara berkembang dengan isu global yang mencakup demokratisasi, HAM dan lingkungan hidup. Kita ambil contoh sikap AS dengan sekutunya terhadap negara berkembang. Makna hakiki negara berkembang adalah negara tertinggal, Indonesia negara yang kaya, akan tetapi masyarakatnya adalah masyarakat yang miskin di dunia, itu dikarenakan kurangnya pendidikan yang tertanam pada rakyat Indonesia. Misalnya banyak hasil bumi yang dihasilkan Negara Indonesia akan tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengolahnya. Oleh karena itu, mata uang Rupiah dibandingkan dengan mata uang lain di dunia ini sangatlah kecil nilainya.
Maka tantangan implementasi Wawasan Nusantara dengan adanya Era Baru Kapitalisme sangatlah besar pengaruhnya bagi Negara yang berkembang seperti Indonesia. Maka dari itu pemerintah harus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia.

Kesimpulan

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Wawasan Nusantara di Indonesia di landasi oleh Landasan Idiil yaitu Pancasila yang merupakan sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar Negara dan Landasan Konstitusi yaitu UUD 1945 yang merupakan sebagai konstitusi.
Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsur dasar yaitu Wadah (Contour), Isi (Content) dan Tata Laku (Conduct). Tata Laku merupakan hasil interaksi antara Wadah dan Isi yang terdiri atas dua jenis yaitu Tata Laku Batiniah dan Tata Laku Lahiriah. Rakyat Indonesia harus memiliki rasa cinta terhadap produk-produk dari Negara sendiri yang didefinisikan oleh hakekat Wawasan Nusantara. Meskipun Era Baru Kapitalisme sedang melanda Negara-Negara yang berkembang, akan tetapi semua tantangan itu bisa diatasi dengan adanya perbaikan sumber daya manusia. Peran pemerintah sangatlah penting dalam memperbaiki sumber daya manusia untuk lebih baik kedepannya.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

 

DEFRI ZULKIFLI © 2013 Design by D'Free | Sponsored by Anime