B. Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan (part 2)

d)     Pengertian Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara kota dan desa. Namun, pendapatan yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan penghasilah yang diharapkan (expected income). Kerangka skematik ini merupakan aplikasi dari model dekskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar yang dianut dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka disektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya keuntungan yang mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan di kota dan di desa, angka tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan dikota.

e)      Macam-Macam Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
Pertama, Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
            -          Imigrasi adalah masuknya penduduk ke suatu negara.
            -          Emigrasi adalah keluarnya penduduk ke negara lain.
            -          Remigrasi adalah kembalinya penduduk ke negara

Kedua, Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
            -          Urbanisasi adalah dari Desa ke Kota
            -          Transmigrasi adalah dari Pulau ke Pulau.
            -          Ruralisasi adalah dari Kota ke Desa.
            -          Evakuasi adalah dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman.

f)       Proses Migrasi
Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya.
Proses migrasi pun punya cara yaitu :
            -          Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah.
            -          Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali
                  lagi ke wilayah tempat asalnya.
            -          Hanya sekedar berlibur diwilayah itu.

Proses keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik sepeda motor, kalau imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut itulah yang biasa dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia.
Tahun pun makin lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat lebih pesat dan perubahan yang terjadi dari mulai tahun yang lalu higga tahu ini sangatlah banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap yang tidak mendaftarkan dirinya pada sensus penduduk pada kota asalnya. Semua itu terjadi begitu saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi kepadatan penduduk akan terjadi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para imigran.

g)      Akibat Migrasi
Dampak migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan.
            1.      Dampak positif migrasi Internasional, antara lain :
a.       Dampak positif imigrasi
-          Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli.
-          Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan.
-          Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi.
-          Dapat menambah rasa solidaritas antar bangsa.

b.      Dampak positif emigrasi
-          Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing.
-          Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang
       yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya.
-          Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain.

            2.      Dampak positif migrasi Nasional antara lain :
a.       Dampak postif transmigrasi
-          Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran.
-          Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi.
-          Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya.
-          Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa
      sawit, karet, coklat dan lain-lain.
-          Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk.

b.      Dampak positif urbanisasi
-          Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota.
-          Mengurangi jumlah pengangguran di desa.
-          Meningkatkan taraf hidup penduduk desa.
-          Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas.
-          Perekonomian di kota semakin berkembang.

            3.      Dampak negatif migrasi Internasional, antara lain :
a.       Dampak negatif Imigrasi
-          Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
-          Imigran yang masuk ada kalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang
      baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.

b.      Dampak negatif emigrasi
-          Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan.
-          Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.

h)     Tiga Jenis Struktur Penduduk
            1.      Piramida Penduduk Muda adalah piramida yang menggambarkan komposisi penduduk
                  dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar
                  daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara-negara yang
                  sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
            2.      Piramida Stationer adalah piramida yang menggambarkan keadaan penduduk
                  yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu
                  tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk sistem ini terdapat pada negara-negara
                  yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
           3.      Piramida Penduduk Tua adalah piramida yang menggambarkan adanya penurunan
                 tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil sekali. Apabila
                 angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara bisa kekurangan
                 penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman,
                 Inggris, Belgia dan Perancis.

i)        Bentuk Piramida Penduduk
Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).

            1.      Piramida Penduduk Muda (Expansive)
Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.


            2.      Piramida Penduduk Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.


            3.      Piramida Penduduk Tua (Constructive)
            Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat
            kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda
            lebih sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang
            sudah maju, misalnya Amerika Serikat.




Sumber :


0 komentar:

Posting Komentar

 

DEFRI ZULKIFLI © 2013 Design by D'Free | Sponsored by Anime