Mempercepat Kinerja Tablet & Smartphone Android

0 komentar

Android adalah sistem operasi open source yang sangat populer saat ini. Hampir semua produsen smartphone dan tablet menggunakan Android pada perangkat mereka, hal ini karena Android memiliki aplikasi yang cukup banyak dan sebagian besar dapat diunduh secara gratis.
Beberapa tablet dan smartphone dan smartphone memiliki spesifikasi yang rendah, sehingga Anda harus mengelola perangkat Anda untuk meningkatkan kinerja karena aplikasi yang berat dapat membuat tablet atau smartphone Anda tidak merespon untuk beberapa saat.

Berikut ini tips mempercepat kinerja tablet dan smartphone Android :

- Jangan sering install aplikasi
Ini adalah langkah pertama untuk meningkatkan kecepatan perangkat Android Anda. Beberapa tablet dan smartphone menggunakan nomor installasi aplikasi pada perangkat dan sebagian besar aplikasi tidak terlalu berguna. Hindari menginstal aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan pada perangkat Android Anda, karena dapat mengurangi memori Anda.
- Tutup aplikasi yang tidak perlu
Setiap tablet dan smartphone memiliki RAM yang terbatas sehingga sangat penting jika kita hanya membuka sedikit aplikasi dalam satu waktu karena jika kita membuka banyak aplikasi dalam satu waktu maka akan membuat kerja memori menjadi berat dan akan memperlambat tablet dan smartphone Android Anda.
- Gunakan aplikasi ringan
Selalu gunakan aplikasi-aplikasi yang tidak berat seperti permainan dan aplikasi grafis yang berat lainnya. Karena aplikasi jenis ini membutuhkan ruang penyimpanan yang banyak untuk installasi dan RAM yang besar untuk memulai.
- Nonaktifkan fitur GPS
Hampir semua tablet dan smartphone saat ini dilengkapi dengan fitur GPS, namun hampir sebagian besar kegiatan kita tidak menggunakan GPS. Menjalankan GPS sepanjang waktu akan menghabiskan daya baterai dan hal ini mengurangi kinerja tablet dan smartphone Android, sehingga jauh lebih baik jika Anda mematikan fitur GPS saat Anda tidak menggunakannya.
- Nonaktifkan Animasi
Mengaktifkan fitur animasi pada tablet dan smartphone standar sangat tidak baik untuk kinerja Android Anda dan daya baterai. Sehingga akan lebih baik jika Anda menonaktifkannya dari menu Settings > Display > Animation > Select No Animations.
- Jangan gunakan Background Live
Beberapa tablet dan smartphone Android dilengkapi dengan wallpaper hidup. Memang benar bahwa wallpaper hidup memberi kita efek khusus pada Android desktop, tetapi ini dapat menghabiskan daya baterai. Maka gunakanlah selalu wallpaper normal.
- Mengelola Start-up Manager
Di Android Market Anda dapat mendownload banyak aplikasi gratis untuk mengatur program startup Android. Menggunakan startup manager Anda dapat menonaktifkan atau uninstall aplikasi yang tidak diinginkan dan meningkatkan kecepatan startup perangkat Android.
- Hapus widget dan shortcut aplikasi
Android memiliki fitur untuk mengatur widget dan shortcut aplikasi pada desktop, tetapi widget dan shortcut aplikasi yang banyak dapat mengurangi kinerja tablet dan smartphone Android. Dengan menghapus beberapa widget dan shortcut aplikasi yang tidak perlu, Anda akan meningkatkan kecepatan tablet dan smartphone atau smartphone Android Anda.
- Menggunakan aplikasi cleaner
Aplikasi cleaner gratis banyak tersedia pada Android Market. Aplikasi cleaner ini dapat membersihkan semua file chace aplikasi dan histori. Membersihan cache setiap waktu akan membantu Anda untuk meningkatkan kinerja tablet dan smartphone dan masa pakai baterai.

Nah, kira-kira begitulah cara-cara dalam mengoptimalkan kinerja Android, terutama bagi kalangan pemula yang baru memiliki smartphone Android.
Selamat Mencoba. . . .

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Manfaatkan Aplikasi Troubleshooting HP Android

0 komentar


Memiliki HP pintar sekelas android, pastinya banyak keuntungan yang kalian dapatkan. Selain mampu mengakomodir beragam kemudahan mulai dari kebutuhan jejaring sosial, entertainment, hingga yang terkait dengan file data maupun koneksi nirkabel, HP pintar ini juga dapat meningkatkan gengsi kalian. Namun tahukah kalian, banyak sekali sebenarnya kendala yang kerap ditemui pengguna ketika HP android tak lagi baru. Proses kinerja yang terasa lambat, hang, bahkan lemahnya responsif pada layar sentuh.

Nah bagi kalian yang kerap mengalami kendala tersebut, jangan gusar atau jual Hp kalian. Karena ada beberapa aplikasi seperti ‘doktor’ yang cukup membantu masalah kalian tersebut. Gampang kok, tinggal download di android market. Langkah-langkahnya pun cukup mudah dan tak beresiko. Nah, penasaran kan aplikasi apa saja? Cekidot…

1. Diagnostic

Bagi kalian pengguna HP android Samsung, aplikasi ini special disediakan untuk mendeteksi permasalahan (troubleshooting) pada HP kalian tersebut. kalian tak perlu repot-repot pergi ke service center guna menanggulanginya.

2. Diagnostic Doctor

Ketika kesibukan mendera kalian dan tak ‘kepikiran’ untuk memperhatikan kesehatan HP kalian, contoh : layanan jaringan, optimalisasi baterai, dan kondisi software, maka aplikasi yang dikembangkan oleh Zubha labs ini akan membantu kalian dalam masalah tadi. yakni dengan memberikan reportase secara konkrit tentang apa dan bagaimana kondisi terbaru HP kalian.

3. GPS Doctor

Penggunaan GPS pada HP pintar nampaknya telah menjadi hal yang wajib hadir. Pada pelaksanaannya, kerap kali sinyal GPS yang kita terima kurang akurat, oleh karenanya maksimalkan perangkat GPS HP kalian dengan mengunduh aplikasi besutan epEK.ware ini. namun sayang, tak bisa di dapatkan gratis. Namun untuk sebuah kebutuhan penting, aplikasi ini cukup recommended. Cara mengaktifkannya pun cukup mudah, hanya menyentuh menu Quick Fix untuk mendapatkan optimalisasi GPS yang lebih akurat. Pastinya aplikasi ini kompatibel untuk semua HP android.

4. Droid Dream Cleaner

Mengunduh via market atau via apk, terkadang menyisakan malware atau software berbasis virus yang cukup merepotkan ketika beraksi. Dengan aplikasi ini, aplikasi unduhan akan terdiagnosa dengan baik atau aplikasi yang berjalan kurang sempurna akan di re-pair kembali sesuai fungsinya. Aplikasi ini secara otomatis akan menghilangkan beragam palware yang ‘mampir; di HP kalian secara berkala. Dengan mengunduh versi lengkapnya, maka serangan virus pada HP kalian pun akan terminimalisir.

5. PingMeter

Kekuatan jaringan Hp kerap menjadi system yang vital dari perangkat mobile itu sendiri. Oleh karenanya kekuatan sinyal maupun koneksi yang diserap Hp harus benar-benar optimal. Terlebih ketika kalian sedang melakukan proses download via OTA. Nah, stabilisasinya dapat terbantu oleh aplikasi yang di develop Enrico Pivato ini, namun demikian efek baterai tentunya akan lebih cepat habis. Contoh simplenya, carilah sinyal Wifi di sebuah ruangan yang cukup luas, maka kalian akan bisa bandingkan ketika menggunakan PingMeter dan tidak menggunakannya.

6. SD booster

Panampungan kapasitas memori eksternal yang cukup besar pada Hp pintar yang mencapai 32 GB kerap membuat pembacaan data agak sedikit terhambat oleh waktu. Namun kerisauan kalian nampaknya akan teobati dengan kehadiran SD Booster yang mampu mempercepat proses interaksi data memori eksternal dengan HP.

7. Device Booster

Hal yang terkait dengan performa HP, obatnya ada pada aplikasi besutan Steve Imar ini. meminimalisir kinerja prosesor lambat, pastinya akan membantu stabilitas kebutuhan kalian akan HP android. Boleh dikatakan, ‘lemot’ nya HP kalian akan langsung teratasi dengan sesegera mungkin. Dan hanya membutuhkan waktu 10-15 detik untuk mendapatkan hasilnya.

8. Battery Booster

Kendala lain yang kerap kalian temukan pada HP android pastilah performa baterai yang cepat terkuras. Oleh karenanya Imoblife merancang aplikasi ini untuk menunjang kinerja baterai secara optimal. Secara cerdas aplikasi ini akan memanajemen strukturisasi software HP. Pada tampilannya, baterai akan mendistribusikan informasi yang terkait dengan temperature baterai, kapasitas, voltase, dll. Kesemuanya pun dapat kalian lihat dan setting pada tampilan widget.
Selamat mencoba….

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

TUGAS VI , SIM 1

0 komentar

Implementasi Teknologi Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif Dalam Operasional Perusahaan Pada Era Globalisasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara.
Di Era Globalisasi kita harus memahami implementasi informasi dalam operasional perusahaan yang meliputi :
a) Konsep Keunggulan Kompetitif Dalam Operasional Perusahaan
b) Strategic Uses of Information Technology
c) Membangun Customer Focused Bisnis
d) Value Chain & Strategic Informastion System
e) Re-engineering Bussiness Process
f) Menciptakan Virtual Company
g) Membangun Knowledge Creating Company

Sistem Informasi Manajemen
SIM (Sistem Informasi Manajemen) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. SIM ini meliputi :
a) Sistem Pendukung Keputusan
b) Sistem Pakar
c) Sistem Informasi Eksekutif
Tujuan SIM
• Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
• Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
• Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Proses Manajemen
• Perencanaan.
• Pengendalian.
• Pengambilan Keputusan.
Bagian-Bagian SIM
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi :
• Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information Systems).
• Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Information Systems).
• Sistem Informasi Manajemen Persediaan (Inventory Management Information Systems).
• Sistem Informasi Personalia (Personal Information Systems).
• Sistem Informasi Distribusi (Distribution Information Systems).
• Sistem Informasi Pembelian (Purchasing Information Systems).
• Sistem Informasi Kekayaan (Treasury information Systems).
• Sistem Informasi Analisis Kredit (Credit Analysis Information Systems).
• Sistem Informasi Penelitian dan Pengembangan (Research and Development Information Systems).
• Sistem Informasi Analisis Software
• Sistem Informasi Teknik (Engineering Information Systems).
• Sistem Informasi Rumah Sakit (Hospital Information Systems).

Computer Based Information System (CBIS)
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Sub Sistem dari CBIS adalah :
a. Sistem Informasi Akuntansi.
b. Sistem Informasi Manajemen.
c. Sistem Pendukung Keputusan.
d. Automasi Kantor (Virtual Office).
e. Sistem Pakar.

Model Sistem Umum Perusahaan
Pengertian Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model mewakili sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Manajer menggunakan model untuk memecahkan permasalahan.
Jenis-Jenis Model :
- Model Fisik.
- Model Naratif.
- Model Grafik.
- Model Matematika.
Kegunaan Model :
- Mempermudah Pengertian.
- Mempermudah Komunikasi.
- Memperkirakan Masa Depan.

Management by Exception
Management by Exception adalah suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktivitas hanya jika aktivitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima. Agar manajer dapat mempraktekan management by exception, harus ditetapkan standar dalam bentuk batas atas dan batas bawah kinerja yang dapat diterima.
Management by Exception memberikan tiga keuntungan dasar, yaitu :
- Manajer tidak membuang-buang waktu untuk memantau aktivitas yang berlangsung secara normal.
- Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat memperoleh perhatian lebih menyeluruh.
- Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.
Namun terdapat pula sejumlah kendala yang harus diketahui, yaitu :
a) beberapa jenis kinerja bisnis tertentu tidak mudah ditentukan secara kuantitas sehingga standar tidak dapat ditetapkan.
b) suatu sistem informasi yang memantau kinerja secara akurat sangat diperlukan.
c) perhatian harus terus diarahkan pada standar untuk menjaga standar pada tingkat yang tepat.
d) manajer tidak boleh pasif dan hanya menunggu batas kinerja lewat. Manajer harus bertindak memecahkan suatu permasalahan sebelum situasi menjadi tidak terkendali.
Management by Exception merupakan kemampuan dasar yang disediakan CBIS. Dengan membiarkan CBIS memikul sebagian tanggung jawab memantau sistem fisik, waktu manajer dapat digunakan secara efektif.

Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi
- Pentingnya Pengendalian Sistem Informasi
• Untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
• Untuk memberi dukungan kepada manajer dalam mengontrol area operasinya.
- Tugas Pengendalian Dalam Sistem Informasi
a) Manajemen dapat melakukan kontrol langsung.
b) Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.
c) Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya melalui pihak ketiga.
a. Kontrol Proses Pengembangan
Untuk memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana harus menjalani tahapan/fase yang antara lain :
• Fase Perencanaan.
• Fase Analisis & Desain.
• Fase Implementasi.
• Fase Operasi & Kontrol.
b. Kontrol Desain Sistem
Tujuan untuk memastikan bahwa desainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
Desain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :
1. Permulaan Transaksi (Transaction Origination).
2. Entri Transaksi.
3. Komunikasi Data.
4. Pemrosesan Komputer.
5. Output Komputer.
c. Kontrol Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :
1. Struktur Organisasional.
2. Kontrol Perpustakaan.
3. Pemeliharaan Peralatan.
4. Kontrol Lingkungan dan Keamanan Fasilitas.
5. Perencanaan Disaster.

E-Commerce
E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita. E-Commerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon.
E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu :
- Business to Business (B2B).
- Business to Consumer (B2C).
- Consumer to Consumer (C2C).
- Government terdiri dari G2G, G2B, G2C.
Manfaat dan Kendala E-Commerce
Manfaat E-Commerce memang banyak seperti : pelayanan pelanggan yang lebih baik, hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik, pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat, menekan biaya barang dan jasa, memperpendek waktu produk cycle, meningatkan Value Chain, meningkatkan costumer loyality.
Akan tetapi, kendala E-Commerce yang dialami seperti : penduduk Indonesia masih banyak yang belum menggunakan internet, persaingan bisnis di internet yang ketat, banyaknya kriminalitas di internet, budaya orang Indonesia yang merasa tidak nyaman dengan berbelanja hanya dengan melihat katalog produk, infrastruktur internet tidak merata di seluruh Indonesia, jasa kurir yang tidak terjangkau daerah tertentu.
Jalan Menuju Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
1) Mengumpulkan intelijen bisnis.
2) Membentuk suatu sistem antar-organisasi (IOS).
Strategi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik

Sistem Antar Organisasi :
Sistem Antar Organisasi / Inter Organization System (IOS)
Suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga mereka berfungsi sebagai satu sistem tunggal yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Perusahaan yang membentuk IOS disebut mitra dagang atau mitra bisnis.
Manfaat IOS (Inter Organizational System)
1. Efisiensi komparatif.
2. Kekuatan tawar-menawar.
Pertukaran Data Elektronik (EDI) :
- Hubungan EDI yang umum
Membentuk kaitan antara perusahaan dan pemasoknya (supply side) dan kaitan antara perusahaan dengan pelanggan (customer side). Set transaksi adalah suatu jenis dokumen tertentu seperti faktur.
EDI memungkinkan terjadinya Pengisian Kembali Persediaan oleh Penjual dan Transfer Dana secara Elektronik.
- Standar EDI
Standar yang digunakan di Amerika Utara dinamakan ANSI ASC X12. Standar Internasional dinamakan EDIFACT.
- Tingkat Penerapan EDI
1. Pemakai tingkatan 1, hanya 1 atau 2 set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah mitra dagang yang terbatas.
2. Pemakai tingkatan 2, banyak set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah besar mitra dagang.
3. Pemakai tingkatan 3, bukan cuma set transaksi yang ditransmisikanke banyak mitra dagang, tetapi aplikasi komputer perusahaan disesuaikan dengan pendekatan EDI.
- Manfaat EDI
Manfaat Langsung : manfaat yang berasal dari teknologi
Manfaat Tidak Langsung adalah manfaat lain yang dihasilkan dari manfaat langsung.
Hubungan manfaat langsung dan tidak langsung :
1. Mengurangi Kesalahan.
2. Mengurangi biaya.
3. Meningkatkan efisiensi operasional.
4. Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang.
5. Meningkatkan pelayanan pelanggan.
Teknologi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
1. Sambungan Langsung (direct connectivity).
2. Jaringan Bernilai Tambah (value-added network).
3. Internet.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

E-Commerce

0 komentar

A. Pendahuluan
E-Commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-Commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti : transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dan lain-lain.
E-Commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain-lain. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang dan alat pembayaran untuk e-commerce ini.
E-Commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

B. Pembahasan
a. Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik :
Transaksi bisnis yang menggunakan akses jaringan, sistem berbasis komputer, dan jaringan internet.
Perdagangan melalui jaringan elektronik ada 2 jenis :
1. Business-to-Customer (B2C)
Perdagangan melalui jaringan elektronik yang berkenaan dengan transaksi antara sebuah perusahaan dengan pemakai akhir dari produk.
2. Business-to-Business (B2B)
Perdagangan melalui jaringan elektronik yang berkenaan dengan transaksi antara perusahaan-perusahaan yang tidak melibatkan pemakai akhir.

- Manfaat Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
1) Pelayanan Pelanggan yang lebih baik.
2) Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.
3) Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.

- Kendala Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
1) Biaya tinggi.
2) Masalah keamanan.
3) Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia.

- Jalan Menuju Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
1) Mengumpulkan intelijen bisnis.
2) Membentuk suatu sistem antar-organisasi (IOS).

b. Strategi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik

c. Sistem Antar Organisasi :
Sistem Antar Organisasi / Inter Organization System (IOS)
Suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga mereka berfungsi sebagai satu sistem tunggal yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Perusahaan yang membentuk IOS disebut mitra dagang atau mitra bisnis.

- Manfaat IOS (Inter Organizational System)
1. Efisiensi komparatif, Para mitra bisnis dapat menyediakan barang dan jasa dengan biaya yang lebih murah daripada pesaing mereka. Perbaikan efisiensi dapat berasal dari dalam dan berkaitan dengan organisasi lain :
- Efisiensi internal adalah perbaikan-perbaikan dalam operasi perusahaan tersebut sehingga dapat mengumpulkan data dan menganalisisnya lebih cepat serta membuat keputusan lebih tepat dan cepat.
- Efisiensi antar organisasi adalah perbaikan-perbaikan diperoleh melalui kerjasama dengan perusahaan lain. Sehingga memungkinkan menawarkan lebih banyak barang dan jasa, melayani lebih banyak pelanggan, memindahkan pekerjaan tertentu ke pemasok atau pelanggan, serta mudah mengumpulkan data lingkungan.
2. Kekuatan tawar-menawar merupakan suatu kemampuan untuk menyelesaikan perselisihan dengan pemasok dan pelanggannya yang menguntungkan dirinya. Kekuatan tersebut berasal dari :
- Keistimewaan produk yang unik adalah pemesanan lebih mudah, pengiriman yang lebih cepat, waktu respon atas permintaan informasi yang lebih cepat.
- Penurunan biaya yang berhubungan dengan pencarian adalah mengurangi biaya belanja dalam mencari pemasok, dapat mengidentifikasi produk alternatif dengan mendapatkan harga yang terendah.
- Peningkatan biaya peralihan adalah perusahaan ingin jika pelanggan beralih ke pesaing maka biaya peralihannya menjadi mahal. Ketergantungan produk satu dengan yang lainnya sangat tinggi.

d. Pertukaran Data Elektronik (EDI) :
- Hubungan EDI yang umum
Membentuk kaitan antara perusahaan dan pemasoknya (supply side) dan kaitan antara perusahaan dengan pelanggan (customer side). Set transaksi adalah suatu jenis dokumen tertentu seperti faktur.
EDI memungkinkan terjadinya Pengisian Kembali Persediaan oleh Penjual dan Transfer Dana secara Elektronik.

- Standar EDI
Standar yang digunakan di Amerika Utara dinamakan ANSI ASC X12. Standar Internasional dinamakan EDIFACT.

- Tingkat Penerapan EDI
1. Pemakai tingkatan 1, hanya 1 atau 2 set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah mitra dagang yang terbatas.
2. Pemakai tingkatan 2, banyak set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah besar mitra dagang.
3. Pemakai tingkatan 3, bukan cuma set transaksi yang ditransmisikanke banyak mitra dagang, tetapi aplikasi komputer perusahaan disesuaikan dengan pendekatan EDI.

- Manfaat EDI
Manfaat Langsung : manfaat yang berasal dari teknologi
Manfaat Tidak Langsung adalah manfaat lain yang dihasilkan dari manfaat langsung.
Hubungan manfaat langsung dan tidak langsung :
1. Mengurangi Kesalahan.
2. Mengurangi biaya.
3. Meningkatkan efisiensi operasional.
4. Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang.
5. Meningkatkan pelayanan pelanggan.

e. Teknologi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
1. Sambungan Langsung (direct connectivity) berfungsi untuk bekerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi.
2. Jaringan Bernilai Tambah (value-added network) berfungsi untuk jaringan ini disediakan oleh penjual yang bukan hanya menyediakan sirkuit tetapi juga menyediakan banyak jasa yang diperlukan untuk menggunakan sirkuit itu bagi EDI.
3. Internet berfungsi untuk memungkinkan suatu jaringan komunikasi global yang tidak hanya menghubungkan para mitra dagang tetapi juga mencakup para pelanggan.

C. Kesimpulan
E-Commerce adalah kegiatan-kegiatan yang berupa bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet. E-Commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi

0 komentar

A. Pendahuluan
Pengendalian yang dimaksud dalam artikel ini adalah sejauh mana pengendalian aplikasi mempunyai peran dalam mencegah dan mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan. Sebuah pengendalian dikatakan berhasil ketika kesalahan-kesalahan dapat diminimalisir. Betapa pentingnya informasi dalam kehidupan manusia, sehingga informasi yang datang tidak boleh terlambat, tidak boleh berat sebelah harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan relevan dengan penggunanya, sehingga informasi tersebut menjadi informasi yang berkualitas dan berguna bagi pemakainya. Untuk mendapatkan informasi yang berkualitas perlu dibangun sebuah sistem informasi sebagai media pembangkitnya. Sistem informasi merupakan cara menghasilkan informasi yang berguna. informasi yang berguna akan mendukung sebuah keputusan bagi pemakainya.
Pendekatan sistem adalah suatu prosedur tahap demi tahap yang digunakan dalam memecahkan masalah. Tiap tahap mencakup satu keputusan atau lebih, dan untuk tiap keputusan diperlukan informasi.

B. Pembahasan
- Pentingnya Pengendalian Sistem Informasi
• Untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
• Untuk memberi dukungan kepada manajer dalam mengontrol area operasinya.

- Tugas Pengendalian Dalam Sistem Informasi
Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi.
• Metode Untuk Mendapatkan dan Memelihara Kontrol CBIS
a) Manajemen dapat melakukan kontrol langsung.
b) Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.
c) Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya melalui pihak ketiga.

a. Kontrol Proses Pengembangan
Untuk memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana harus menjalani tahapan/fase yang antara lain :
• Fase Perencanaan : mendefinisikan tujuan dan kendala.
• Fase Analisis & Desain : mengidentifikasi kebutuhan informasi, menentukan kriteria penampilan, menyusun desain dan standar operasi CBIS.
• Fase Implementasi : mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima, memastikan apakah memenuhi kriteria penampilan, menetapkan prosedur untuk memelihara CBIS.
• Fase Operasi & Kontrol : mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC dan memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan.
Yang termasuk dalam kontrol proses pengembangan terdiri dari :
a) Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS.
b) Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS.
c) Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
d) Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS.
e) Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima.
f) Manajemen melakukan peninjauan sebelum installasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah orang tersebut memenuhi kriteria penampilan.
g) Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.

b. Kontrol Desain Sistem
Tujuan untuk memastikan bahwa desainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
• Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
• Selama fase disain dan analisis dari siklus hidup sistem, Analis Sistem, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam desain sistem. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Desain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :
I. Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi :
1. Permulaan Dokumentasi Sumber
Perancangan dokumentasi, pemerolehan dokumentasi dan kepastian keamanan dokumen.
2. Kewenangan
Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa.
3. Pembuatan Input Komputer
Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input
diproses.
4. Penanganan Kesalahan
Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yang telah dikoreksi ke record entry.
5. Penyimpanan Dokumen Sumber
Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi
bagaimana dapat dikeluarkan.
II. Entri Transaksi
Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh komputer. Kontrol ini berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukkan secara langsung ke dalam komputer. Area kontrolnya meliputi atas :
1. Entri Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online.
2. Verifikasi Data
Key Verification (Verifikasi Pemasukan) data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali dan Sight Verification (Verifikasi Penglihatan) melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system.
3. Penanganan Kesalahan
Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk pengoreksian.
4. Penyeimbangan Batch
Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi.
III. Komunikasi Data
Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan dengan baik.
Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :
1. Kontrol Pengiriman Data.
2. Kontrol Channel Komunikasi.
3. Kontrol Penerimaan Pesan.
4. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan.
IV. Pemrosesan Komputer
Pada umumnya semua elemen kontrol pada desain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam komputer. Area kontrol pada pemrosesan komputer terdiri dari :
1. Penanganan Data.
2. Penanganan Kesalahan.
3. Database dan Perpustakaan Software.
Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)
Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari :
1. Kata kunci (Password).
2. Direktori pemakai (User Directory).
3. Direktori elemen data (Field Directory).
4. Enkripsi (Encryption).
V. Output Komputer
Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk (output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah :
1. Distribusi
Kontrol pada distribusi laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang menerima output.
2. Penyeimbangan Departemen Pemakai
Bila departemen pemakai menerima output dari komputer, maka keseluruhan kontrol dari output dibandingkan dengan total yang sama yang telah ditetapkan pada waktu pertama kali data input dibuat.
3. Penanganan Kesalahan
Kelompok kontrol tertentu dapat ditetapkan didalam area pemakai dengan menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.
4. Penyimpangan Record
Tujuan komponen kontrol yang terakhir ini adalah untuk memelihara keamanan yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang sia-sia.
5. Penyeimbangan Operasi Komputer
Kontrol ini memungkinkan pelayanan informasi untuk memverifikasi bahwa semua batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.

c. Kontrol Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :
1. Struktur Organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol Perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) atau Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal atau yang tak terjadwal.
4. Kontrol Lingkungan dan Keamanan Fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang komputer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan Disaster
• Rencana Keadaan Darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
• Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika terjadi bencana sampai perusahaan kembali beroperasi secara normal.
• Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan copy duplikat.
• Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas komunikasi dan pasokan-pasokan.

C. Kesimpulan

Keamanan adalah proteksi/perlindungan sumber-sumber fisik dan konseptual dari bahaya alam dan manusia.6 cara untuk menembus keamanan data dan informasi yaitu ACCIDENTAL & INTERNATIONAL yang masing-masing terdiri dari modification, destruction & dislosure. Pengendalian Sistem Informasi yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan manajer system informasi untuk meyakinkan bahwa pengendalian-pengendalian di dalam sistem teknologi informasi masih tetap dilakukan dan masih efektif dalam mencegah ancaman dan gangguan terhadap sistem informasi. Tujuan pengontrolan adalah untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, sistem beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan.

Sumber : http://defri-z.blogspot.com

 

DEFRI ZULKIFLI © 2013 Design by D'Free | Sponsored by Anime