2. Siksaan (Manusia dan Penderitaan)

a.      Pengertian Siksaan
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris : torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Penyiksaan hampir secara universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatangan Konvensi Jenewa Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk tidak melakukan penyiksaan terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh atau tawanan perang) dalam suatu konflik bersenjata. Penanda tangan UN Convention Against Torture juga telah menyetujui untuk tidak secara sengaja memberikan rasa sakit atau penderitaan pada siapapun, untuk mendapatkan informasi atau pengakuan, menghukum, atau memaksakan sesuatu dari mereka atau orang ketiga. Walaupun demikian, organisasi-organisasi seperti Amnesty International memperkirakan bahwa dua dari tiga negara tidak konsisten mematuhi perjanjian-perjanjian tersebut.

b.      Menjelaskan Tentang Phobia
Phobia merupakan rasa takut yang berlebih-lebihan dan berkepanjangan karena rasa takut yang sangat tidak rasional. Phobia kebanyakan dialami oleh perempuan meskipun para laki-laki pun juga ada yang mengalami phobia. Banyak sekali jenis dari phobia, diantaranya :
-          Acrophobia / Hypsophobia adalah ketakutan pada tempat yang tinggi.
-          Antlophobia adalah ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
-          Amaxophobia adalah ketakutan berkendaraan.
-          Agyophobia adalah ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
-          Hydrophobia / Iyssophobia adalah takut pada air.
-          Insectaphobia adalah takut pada insect, dan ketakutan pada buah-buahan, seperti
       rambutan, durian, pisang, jeruk, dan lain-lain.
Biasanya orang yang menderita phobia, ketika dia menemukan atau berjumpa dengan hal yang ditakutinya maka akan berteriak sekeras mungkin, berlari, mencari perlindungan kepada orang lain, menangis, bahkan ada juga yang pingsan. Phobia dapat disembuhkan dengan beberapa cara, diantaranya adalah terapi.

1)      Klasifikasi Phobia
Phobia adalah ketakutan spesifik yang menetap dan terfokus pada situasi, kejadian, atau benda spesifik yang memicu respon cemas yang tidak disadari. Timbul cemas berat jika muncul pemicu spesifik, dan aspek integral pada fobia sering berkaitan dengan kemungkinan terjadinya hal-hal yang memalukan diri sendiri sewaktu serangan timbul. Jika rangsangan pemicu sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, kehidupan sosial, dan hubungan interpersonal dapat sangat terganggu.

Phobia mencakup :
-          Phobia spesifik (sederhana), misalnya ketakutan umum terhadap laba-laba, ketinggian,
        ruang tertutup, terbang, petir, dan lain-lain.
-          Agorafobia, yang didefinisikan dalam Diagnostic and Statistical Manual (Ed. Ke-4
        1994, DSM-IV) dari American Psychiatric Association, sebagai rasa takut berada di
        tempat atau situasi, ketika meloloskan diri dianggap sulit atau memalukan, atau
        ketika pertolongan mungkin tidak diperoleh jika ia mengalami seangan panik atau gejala
        mirip panik.
-          Phobia sosial, yang sering ditandai oleh ketakutan “mempermalukan diri sendiri” dan
       mungkin berkaitan dengan ketakutan akan perilaku tidak pantas, tidak tahu harus mengatakan apa, malu melakukan kontak mata, dan takut ditolak. Seringkali timbul perilaku menghindar yang menyebabkan isolasi sosial yang kemudian menimbulkan perasaan ditolak. Serangan panik dan depresi sering menyertai fobia sosial.

2)      Faktor-Faktor Penyebab Phobia
-          Pernah mengalami ketakutan hebat, pengalam traumatis atau shock yang hebat.
-          Pengalaman asli ini tidak dibarengi oleh rasa malu dan rasa bersalah, kemudian
        semuanya ditekan (represed) untuk melupakan kejadian-kejadian tersebut.
-          Jika mengalami rangsangan (stimulus) yang serupa, maka timbul respon ketakutan
    bersyarkat kembali, sungguhpun peristiwa pengalaman yang asli dilupakan. Respon-respon pengalaman hebat selalu timbul kembali, waktupun ada usah-usaha untuk menekan dan melenyapkan respon tersebut.

3)      Gejala-gejala phobia
W. F. Maramis menjelaskan diantara gejala-gejala atau simptom-simptom phobia adalah rasa takut yang diderita oleh klien dapat mengakibatkan perasaan seperti akan pingsan, rasa lelah, palpitasi, berkeringat, mual, tremor, dan panik. (W. F Maramis: 1994, hal. 267)
Menurut A. Supratiknyo, biasanya disertai simptom-simptom lain seperti : pusing-pusing, sakit punggung, sakit perut dan sebagainya. (A. Suproktinyo: 1995, hal. 43)
Bila seseorang yang menderita phobia melihat atau bertemu atau berada pada situasi yang membuatnya takut (phobia), gejalanya adalah sebagai berikut :
-          Jantung berdebar kencang;
-          Kesulitan mengatur napas;
-          Dada terasa sakit;
-          Wajah memerah dan berkeringat;
-          Merasa sakit;
-          Gemetar;
-          Pusing;
-          Mulut terasa kering;
-          Merasa perlu pergi ke toilet;
-          Merasa lemas dan akhirnya pingsan.

c.       Sebutan Siksaan Yang Bersifat Psikis
1)      Kebimbangan, kebimbangan terjadi ketika seseorang tidak dapat mengambil keputusan
       untuk memilih salah satu yang bagus atau baik untuk dirinya dari beberapa pilihan yang telah ada dipikirannya, namun beberapa orang yang memegang teguh prinsip hidupnya maka akan lebih singkat dalam memilih pilihan yang ada dan bahkan ia pun tidak merasa bimbang.
2)      Kesepian, kesepian berasal dari kata sepi yang bisa diartikan  seperti sendiri, tidak
       mempunyai teman atau sahabat, tidak ada suara dan sebagainya. Orang yang mengalami kesepian biasanya selalu merasa bahwa dirinya hidup di dunia ini tanpa teman yang bisa di ajak bicara atau bersosialisasi, salah satu faktor yang menyebabkan kesepian yaitu kurangnya pergaulan akhirnya membuat dia malu untuk bersosialisasi dengan teman dan orang sekitarnya berujung pada rasa kesepian.
3)      Ketakutan, rasa takut selalu menjadi perasaan yang menyiksa batin si penderitanya,
       selama seseorang tersebut merasa ketakutan, orang tersebut merasa sangat menderita dan berfikir akan melakukan apapun agar ia bisa lepas dari rasa takutnya.

d.      Penyebab Seseorang Merasa Ketakutan
Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
-          Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
-          Agoraphobia adalah rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
-          Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena
        ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya seseoarang harus melewati
    jembatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau seseorang takut meniti dinding tembok dibawahnya.
-          Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap. Sebab
      dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti, misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat tidur selalu dinyalakan lampu yang terang.
-          Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami seseoarng
       yang takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan kedalam tubuhnya. Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan.
-          Kegagalan merupakan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan
    dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi, karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.

Sumber :


0 komentar:

Posting Komentar

 

DEFRI ZULKIFLI © 2013 Design by D'Free | Sponsored by Anime